10 Mata Pelajaran Favorit di Indonesia Versi Ipsos Education Monitor 2025
Bagaimana preferensi masyarakat Indonesia terhadap mata pelajaran di dunia pendidikan? Ipsos Education Monitor 2025 baru saja merilis data terbaru mengenai 10 mata pelajaran favorit orang Indonesia. Hasilnya cukup menarik: terjadi persaingan ketat antara ilmu humaniora dan eksakta di puncak popularitas.
Berdasarkan survei tersebut, Sejarah dan Matematika berhasil menempati posisi teratas dengan perolehan persentase yang sama, yakni 32%. Fenomena ini menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia memiliki daya tarik terhadap suatu peristiwa bersejarah dan kemampuan logika. Sejarah dianggap sebagai identitas bangsa, sementara Matematika tetap menjadi pondasi utama dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Berdasarkan survei tersebut, Sejarah dan Matematika berhasil menempati posisi teratas dengan perolehan persentase yang sama, yakni 32%. Fenomena ini menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia memiliki daya tarik terhadap suatu peristiwa bersejarah dan kemampuan logika. Sejarah dianggap sebagai identitas bangsa, sementara Matematika tetap menjadi pondasi utama dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
![]() |
| Ilustrasi memilih jurusan | Pexels.com |
Jurusan favorit berikutnya adalah Bahasa Asing menempati posisi ketiga dengan persentase 30%. Di era globalisasi, kemampuan berkomunikasi dalam bahasa internasional seperti Inggris, Mandarin, atau Jepang menjadi nilai tambah yang dicari banyak orang, baik untuk karir maupun pendidikan lanjutan.
Jurusan Sains dan Ilmu Komputer sama-sama mengantongi 28% berada di urutan keempat dan kelima. Hal ini mencerminkan kesadaran masyarakat akan pentingnya inovasi teknologi. Ilmu Komputer yang mencakup pemrograman dan kecerdasan buatan kini menjadi primadona baru seiring dengan pesatnya transformasi digital di Indonesia.
Di posisi enam, Olahraga mendapatkan tempat di hati 27% responden. Ini menunjukkan bahwa keseimbangan antara akademis dan kesehatan fisik tetap menjadi prioritas. Sementara itu, Kesenian dan Agama masing-masing memperoleh 23% berada diperingkat ketujuh dan kedelapan. Kedua bidang ini mencerminkan kebutuhan manusia akan nilai estetika, spiritualitas, dan moralitas dalam kehidupan sehari-hari.
Jurusan Sains dan Ilmu Komputer sama-sama mengantongi 28% berada di urutan keempat dan kelima. Hal ini mencerminkan kesadaran masyarakat akan pentingnya inovasi teknologi. Ilmu Komputer yang mencakup pemrograman dan kecerdasan buatan kini menjadi primadona baru seiring dengan pesatnya transformasi digital di Indonesia.
Di posisi enam, Olahraga mendapatkan tempat di hati 27% responden. Ini menunjukkan bahwa keseimbangan antara akademis dan kesehatan fisik tetap menjadi prioritas. Sementara itu, Kesenian dan Agama masing-masing memperoleh 23% berada diperingkat ketujuh dan kedelapan. Kedua bidang ini mencerminkan kebutuhan manusia akan nilai estetika, spiritualitas, dan moralitas dalam kehidupan sehari-hari.
Bahasa Tertentu, yang kemungkinan merujuk pada bahasa daerah atau linguistik spesifik, menempati urutan kesembilan dengan 17%. Meskipun persentasenya lebih rendah, ini menandakan bahwa kekayaan bahasa lokal masih memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat. Posisi terakhir (kesepuluh) ditempati oleh Geografi dengan 12%. Meski menjadi yang terendah, minat terhadap ilmu tentang bumi, lingkungan, dan tata ruang tetap eksis di tengah maraknya isu perubahan iklim dan bencana alam.
Data dari Ipsos Education Monitor 2025 ini memberikan gambaran bahwa masyarakat Indonesia memiliki spektrum minat yang luas. Keberhasilan Sejarah dalam meraih peringkat tertinggi bersama Matematika membantah anggapan bahwa generasi muda tidak peduli dengan masa lalu. Sebaliknya, mereka justru ingin memahami asal-usul bangsanya sembari mempersiapkan diri menghadapi masa depan melalui penguasaan teknologi dan bahasa asing.
Survey ini juga menjadi bahan evaluasi bagi para pemangku kebijakan di bidang pendidikan. Kurikulum ke depan mungkin perlu dirancang lebih adaptif, tetap mengedepankan mata pelajaran inti namun juga memberikan ruang bagi pengembangan minat personal siswa di bidang-bidang favorit tersebut. Oleh karena itu proses belajar mengajar dapat berjalan lebih efektif dan menyenangkan.
Data dari Ipsos Education Monitor 2025 ini memberikan gambaran bahwa masyarakat Indonesia memiliki spektrum minat yang luas. Keberhasilan Sejarah dalam meraih peringkat tertinggi bersama Matematika membantah anggapan bahwa generasi muda tidak peduli dengan masa lalu. Sebaliknya, mereka justru ingin memahami asal-usul bangsanya sembari mempersiapkan diri menghadapi masa depan melalui penguasaan teknologi dan bahasa asing.
Survey ini juga menjadi bahan evaluasi bagi para pemangku kebijakan di bidang pendidikan. Kurikulum ke depan mungkin perlu dirancang lebih adaptif, tetap mengedepankan mata pelajaran inti namun juga memberikan ruang bagi pengembangan minat personal siswa di bidang-bidang favorit tersebut. Oleh karena itu proses belajar mengajar dapat berjalan lebih efektif dan menyenangkan.

Posting Komentar untuk "10 Mata Pelajaran Favorit di Indonesia Versi Ipsos Education Monitor 2025"
Posting Komentar