Sebelumnya kita telah membahas mengenai kondisi minat baca di Indonesia yang masih rendah. Kondisi ini tentunya perlu ditingkatkan lagi, baik secara individu maupun oleh lembaga pendidikan. Salah satu yang mendasar adalah bagaimana pembaca memahami setiap konteks yang dibaca.
Sangat disayangkan jika kita hanya membaca berbagai tulisan akan tetapi kurang memahami isi tulisan tersebut. Berapapun lama atau berapa banyak bacaan yang kita baca, jika kita tidak dapat memahami esensi dari bacaan tersebut maka akan sia-sia.
Salah satu langkah yang dibahas pada tulisan sebelumnya yaitu mengenai langkah-langkah untuk meningkatkan pemahaman kita terhadap suatu tulisan. Salah satunya yaitu teknik membaca SQ3R.
Teknik membaca SQ3R merupakan kepanjangan dari Survey, Question, Read, Recite, Review. Teknik ini menjadi salah satu solusi yang terbukti efektif.
Teknik ini dikembangkan oleh Francis P. Robinson pada tahun 1946, metode ini tidak sekadar membaca, melainkan proses aktif untuk memahami, meng asimilasi, dan mengingat informasi secara mendalam.
Gunakan kata tanya dasar: Apa, Mengapa, Bagaimana, Siapa, Kapan.
Proses ini mengubah membaca dari aktivitas pasif menjadi perburuan jawaban. Otak Anda sekarang memiliki tujuan yang jelas dan lebih siap untuk mengenali informasi penting.
Ini adalah inti dari pembelajaran aktif. Menceritakan kembali memaksa otak untuk memproses, menyusun ulang, dan mengungkapkan informasi, yang memperkuat koneksi saraf untuk ingatan jangka panjang. Jika Anda kesulitan, buka kembali bacaan untuk mengisi celah pemahaman.
Kemudian, lakukan ulasan secara berkala setiap akhir pekan atau sebelum ujian. Teknik spaced repetition (pengulangan berjarak) ini adalah kunci untuk memindahkan informasi dari memori jangka pendek ke memori jangka panjang.
SQ3R mengubah pembaca dari penerima pasif menjadi pembaca aktif, akan tetapi benar-benar menyerap maknanya. Cobalah teknik ini pada bacaan Anda berikutnya, dan rasakan perbedaan tingkat pemahaman terhadap tulisan yang daya kutemui.
Sangat disayangkan jika kita hanya membaca berbagai tulisan akan tetapi kurang memahami isi tulisan tersebut. Berapapun lama atau berapa banyak bacaan yang kita baca, jika kita tidak dapat memahami esensi dari bacaan tersebut maka akan sia-sia.
Salah satu langkah yang dibahas pada tulisan sebelumnya yaitu mengenai langkah-langkah untuk meningkatkan pemahaman kita terhadap suatu tulisan. Salah satunya yaitu teknik membaca SQ3R.
![]() |
| Ilustrasi membaca | Pexels.com |
Teknik membaca SQ3R merupakan kepanjangan dari Survey, Question, Read, Recite, Review. Teknik ini menjadi salah satu solusi yang terbukti efektif.
Teknik ini dikembangkan oleh Francis P. Robinson pada tahun 1946, metode ini tidak sekadar membaca, melainkan proses aktif untuk memahami, meng asimilasi, dan mengingat informasi secara mendalam.
1. Survey (Survey): Gambaran Besar Sebelum Menyelam
Jangan langsung terjun ke paragraf pertama. Luangkan 5-10 menit untuk "mengintip" keseluruhan materi. Tujuannya adalah memahami struktur dan kerangka pikiran penulis.- Periksa: Judul, subjudul, dan kepala bab.
- Baca: Abstrak, pendahuluan, dan kesimpulan.
- Amati: Grafik, tabel, gambar, serta kata-kata yang dicetak tebal atau miring.
- Baca: Paragraf pertama dan terakhir setiap bagian.
2. Question (Bertanya): Aktifkan Pikiran dengan Rasa Ingin Tahu
Ubah setiap sub judul menjadi pertanyaan. Jika subjudulnya "Penyebab Perubahan Iklim", tanyakan: "Apa saja penyebab utama perubahan iklim?" atau "Bagaimana aktivitas manusia mempercepat perubahan iklim?".Gunakan kata tanya dasar: Apa, Mengapa, Bagaimana, Siapa, Kapan.
Proses ini mengubah membaca dari aktivitas pasif menjadi perburuan jawaban. Otak Anda sekarang memiliki tujuan yang jelas dan lebih siap untuk mengenali informasi penting.
3. Read (Membaca): Mencari Jawaban dengan Fokus
Sekarang, bacalah bagian per bagian dengan sadar dan aktif. Fokuskan pada bagian yang relevan untuk menjawab pertanyaan yang telah Anda buat. Tandai atau garis bawahi poin-poin kunci. Tujuannya adalah selektif, bukan menghafal setiap kata. Hubungkan informasi baru dengan pengetahuan yang sudah Anda miliki. Langkah membaca ini menjadi sangat terarah karena Anda tahu apa yang harus dicari.4. Recite (Menceritakan Kembali): Menguji Pemahaman
Setelah menyelesaikan satu bagian, jauhkan buku. Coba jawab pertanyaan yang Anda buat tadi dengan kata-kata Anda sendiri. Anda bisa melakukannya dengan berbicara keras-keras, menuliskan poin-poin di catatan, atau merekam suara.Ini adalah inti dari pembelajaran aktif. Menceritakan kembali memaksa otak untuk memproses, menyusun ulang, dan mengungkapkan informasi, yang memperkuat koneksi saraf untuk ingatan jangka panjang. Jika Anda kesulitan, buka kembali bacaan untuk mengisi celah pemahaman.
5. Review (Mengulas): Mengukuhkan Memori
Ulasan tidak dilakukan sekali saja. Dalam 24 jam setelah membaca, tinjau kembali semua catatan, pertanyaan, dan jawaban Anda. Baca sekilas materi asli untuk menyegarkan ingatan. Buatlah rangkuman atau peta pikiran dari keseluruhan bab.Kemudian, lakukan ulasan secara berkala setiap akhir pekan atau sebelum ujian. Teknik spaced repetition (pengulangan berjarak) ini adalah kunci untuk memindahkan informasi dari memori jangka pendek ke memori jangka panjang.
Sekapur Sirih
SQ3R membutuhkan usaha dan kerja keras, namun sangat efektif untuk meningkatkan pemahaman Anda terhadap sebuah bacaan. Teknik ini menghemat waktu dalam jangka panjang karena Anda memahami materi lebih cepat dan mengingatnya lebih lama, mengurangi untuk "membaca ulang dari nol".SQ3R mengubah pembaca dari penerima pasif menjadi pembaca aktif, akan tetapi benar-benar menyerap maknanya. Cobalah teknik ini pada bacaan Anda berikutnya, dan rasakan perbedaan tingkat pemahaman terhadap tulisan yang daya kutemui.
